Breaking News
Loading...

Recent Post

Kamis, 28 Februari 2013
Resep Cara Membuat Kue Bika Ambon Asli

Resep Cara Membuat Kue Bika Ambon Asli

Bika Ambon
Proses pembuatan Kue Bika Ambon membutuhkan ketelatenan, terutama saat fermentasi dan pemanggangan karena faktor memegang peranan penting untuk membentuk sarang yang bagus pada kue. Berikut adalah proses pembuatan Bika Ambon untuk menghasilkan tekstur yang kenyal, rasa yang legit dengan bentuk sarang kue yang bagus.


Bahan-bahan pokok yang harus disiapkan:
  • Telur. Untuk membuat bika ambon, telur tidak perlu dikocok sampai mengembang. Cukup dikocok lepas dengan garpu atau pengocok telur manual. 
  • Tepung terigu dan tepung kanji, campuran kedua tepung ini akan membuat adonan menjadi licin dan teksturnya kenyal ((khas bika ambon), setelah difermentasi dan dipanggang. 
  • Santan, memberikan rasa gurih pada bika ambon. Santan yang dipakai adalah santai yang kental yang didapat dari kelapa tua. Tidak dianjurkan memakai santan instan, karena santan ini telah ditambahkan bahan emulsi supaya tampak kental. 
  • Air kelapa dan ragi, keduanya berfungsi untuk mengambangkan adonan saat proses fermentasi agar kue yang dihasilkan mengembang dan bersarang. 
  • Gula pasir, selain memberikan rasa manis pada kue, gula juga membantu kerja ragi dalam proses fermentasi. 
  • Daun jeruk dan daun pandan, berfungsi untuk memberikan aroma, sehingga hasil akhir kue beraroma wangi.


Bahan-bahan lengkap untuk membuat bika ambon:
  • 500 gram tepung tapioka berkualitas baik 
  • 500 gram gula pasir 
  • 120 ml air 
  • 60 gr tepung terigu protein tendah 
  • 12 sendok teh garam 
  • 11 butir kuning telur 
  • 4 sendok teh vanili bubuk 
  • 2 lembar daun pandan 
  • 2 lembar daun jeruk 
  • 2 batang serai 
  • 1 sendok makan ragi instan 
  • 1 liter santan 
  • Pewarna kuning telur secukupnya 


Cara membuat kue bika ambon:
  1. Campur terigu, air dan ragi instan menjadi satu lalu aduk hingga rata. Diamkan selama kurang lebih 1 jam sampai mengembang. Sisihkan. 
  2. Masukkan gula pasir, garam, kuning telur dan vanili bubuk lalu kocok hingga mengembang dan mengental. Setelah itu masukkan adonan pada langkah 1 kemudian aduk adonan hingga merata
  3. Masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai adonan tidak berbutir. 
  4. Masak santan dengan daun pandan, daun jeruk dan selai lalu dinginkan. Kemudian tuangkan ke adonan, tambahkan pewarna kuning telur lalu aduk hingga rata. Diamkan selama kurang lebih 3-4 jam 
  5. Oleskan cetakan dengan sedikit minyak sampai rata, lalu panaskan cetakan didalam panggangan yang telah dialasi pasir hingga panas. 
  6. Tuangkan adonan pada cetakan hingga mendesis, lalu tutup dengan tutupan yang berlubang. Panggang hingga berserat/berlubang-lubang dan matang, kemudian angkat. 
  7. Panggang didalam oven sebentar dengan menggunakan api atas hingga bagian atas kue bika ambon ini berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan keluarkan dari cetakan 
  8. Potong-potong dan sajikan. 


Rahasia Sukses Membuat Bika Ambon
  1. Untuk menghasilkan bika ambon yang bertekstur bagus, masak santan dengan api kecil sampai berminyak. Jangan merebus dengan api besar karena santan akan pecah. 
  2. Gunakan santan dari kelapa segar agar bika ambon yang dihasilkan empuk dan gurih. Jangan memakai santan instan karena biasanya santan instan telah dicampurkan bahan emulsi untuk membuat kekentalannya. 
  3. Diamkan adonan biang hingga benar-benar mengambang. Gunakan ragi yang masih bagus agar biang untuk adonan bika bisa bekerja maksimal. 
  4. Tepuk-tepuk adonan sebelum diistirahatkan, selama kurang lebih 5 jam untuk menghasilkan bika yang berserat bagus. 
  5. Awalnya panggang adonan dengan api kecil dan pintu oven terbuka hingga permukaan adonan bergelembung. Gunakan api atas dan tutup oven bila serat kue telah terbentuk. 
  6. Cara lain untuk pemanggangan bika ambon, dengan meletakkan loyang bika diatas pasir panas dan panggang langsung diatas api kompor
    Selasa, 26 Februari 2013
    Hukum Mengerjakan Shalat Sendirian Di Belakang Shaf

    Hukum Mengerjakan Shalat Sendirian Di Belakang Shaf

    sholat sendirian
    Sholat sendirian di belakang shaf, menurut hemat saya sah-sah saja, hanya saja hukumnya makruh bila hal itu dilakukan tanpa ada uzur (halangan), semisal tidak dapat menarik orang lain yang ada dalam barisan.

    Dalilnya adalah hadist Abu Bakrah yang telah disebutkan, sebagaimana dicantum dalam Shahih al-Bukhari. Abu Bakrah takbiratul-ihrim di belakang shaf. Lalu, ia ikut rukuk. Setelah itu, ia berjalan masuk shaf. Mengetahui hal itu, Nabi saw. hanya bersabda, "Semoga Allah menambah semangatmu, tetapi jangan diulangi lagi perlakuanmu itu.". 


    Pada suatu malam, Sayyidina Abdullah bin Abbas r.a. melakukan sholat malam bersama Nabi saw. Ia berdiri disebelah kiri Rosulullah saw. Kemudian Nabi saw. memindahkannya dengan tangan beliau saw. ke sebelah kanan beliau, dan sholatnya tidak batal.


    Nabi Muhammad saw. pun pernah melakukan sholat di rumah Ummu Sulaim. Sayyidina Abbas r.a. berkata, "Nabi saw. berdiri, dan aku bersama seorang anak yatim berbaris dibelakangnya, sementara seorang yang telah tua berdiri dibelakang kami. Rosululah saw. melakukan shalat dengan kami dua rakaat, lalu pergi."


    Dalil yang menunjukkan bahwa sholat sendirian dibelakang shaf itu makruh adalah, bahwa Rosulullah saw. pernah melihat seseorang yang melakukan sholat dibelakang shaf. Rosulullah saw. berdiri menyimaknya. Setelah sholatnya selesai, Rosulullah saw. bersabda kepadanya, "Ulangi sholatmu dari awal, sebab tidak ada sholat bagi orang yang sholat menyendiri dibelakang shaf."


    Imam an-Nawawi dalam Syarh al-Muhadzdzab-nya mengatakan, "Sahabat-sahabat kami pengikut syafi'iyyah memahami dua hadist yang memerintahkan mengulangi sholat itu untuk istishbab (sunat) saja." Ini merupakan upaya menkompromikan dalil-dalil yang nampaknya bertentangan. Sabda Nabi saw, "Tidak ada sholat bagi orang yang sholat sendirian dibelakang shaf", maksudnya tidak ada sholat yang sempurna. Ini serupa dengan sabda Nabi saw., "Tidak ada sholat jika ada makanan."


    Sebagai bukti atas kebenaran takwil atau pemaknaan di atas, adalah bahwa Nabi Muhammad saw. menangguhkan makan hingga sholatnya selesai. Jika sholatnya dengan tersedianya makanan itu batal atau tidak sah, tentu Nabi tidak akan meneruskan sholat ketika makanan telah tersedia.


    Ini menunjukkan dengan jelas bahwa sholat orang yang menyendiri dibelakang shaf itu sah saja, tetapi makruh jika tidak ada uzur. Hanya Allah saja yang mampu memberikan taufik-Nya kepada kita.  
    Senin, 25 Februari 2013
    Bromo With Kids

    Bromo With Kids

    Lanskap Bromo
    Perlu waktu lima tahun dan lebih dulu berkeliling ke negeri-negeri asing sebelum akhirnya saya melihat dengan mata kepala sendiri, landscape yang agung dan megah ini adanya di belakang rumah kami.

    Si Ayah menghabiskan masa remajanya di kota Malang, beberapa kali ke Bromo, dan pernah mendaki gunung Welirang dan Arjuna. Namun sejak kami menikah, belum sekali pun Si Ayah punya niatan membawa saya jalan-jalan ke Bromo, yang notabene dekat sekali dengan Malang. Ketika kami pindahan dari Australia bulan September tahun lalu, saya sedikit memaksa Si Ayah untuk mengajak saya dan anak-anak mengunjungi Bromo.

    Agaknya saya sedang beruntung. Seorang teman yang rumahnya di Tumpang (30 menit ke arah utara Malang), menawarkan akan 'mengantar' kami. Kebetulan tetangganya menyewakan Hard Top dan sering mengantar turis ke Bromo. Klop lah. Saya langsung mengiyakan dan sepakat berangkat seminggu kemudian, sebelum musim hujan mulai datang.
     
    Bromo bisa dicapai dari kota Probolinggo (jalur paling populer dengan jalan paling mulus), Pasuruan dan Malang. Bisa juga dari Lumajang (jalur paling tidak populer). Kalau kita ikut tur atau menyewa mobil dan sopir dari Surabaya, biasanya akan dilewatkan jalur Probolinggo ini, yang bisa dilalui oleh mobil biasa (MPV), tidak perlu 4 WD. Nanti sampai Cemoro Lawang, kita perlu menyewa Hard Top (Jeep) untuk turun ke lautan pasir. Alternatif lain adalah naik ojek atau kuda.

    Kabarnya, jalur dari Malang adalah jalur yang paling bagus pemandangannya, meskipun jalannya kurang bagus (baca: tidak ada jalan aspal!). Jalur yang akan kami lewati adalah: Malang - Tumpang - Gubug Klakah - Ngadas - Jemplang - Padang Savana - Lautan Pasir - Cemoro Lawang - Penanjakan. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di peta yang saya unduh dari website resmi Bromo Tengger Semeru National Park.


    Peta Wisata Bromo dari website resmi BromoTenggerSemeru. Klik untuk memperbesar.
    Kami bermalam di rumah teman di Tumpang dan berangkat sekitar pukul 3 dini hari. The precils yang masih tidur langsung saya angkut ke mobil. Hard top yang kami sewa bisa muat untuk empat dewasa, tiga precils plus sopir. Pak Wawan, sopir kami, menyewakan hard top ini seharga Rp 700 - 800 ribu per hari, sudah termasuk bensin. Untuk kami tentu pakai harga teman, hehe

    Sampai GubugKlakah jalanan masih lumayan mulus. Tapi menuju desa Ngadas, jalan mulai mendaki dan mengocok perut. Little A aman-aman saja di pangkuan saya, sementara Big A berusaha melanjutkan tidurnya. Sesekali mata saya terbuka melihat bulan penuh yang mengikuti, dan ngarai yang terpampang nyata di sisi mobil kami. Sambil terkantuk, saya ingat mobil kami menyusuri jalanan sempit berbatu di desa Ngadas, yang terletak di ketinggian 2100 dpl. Konon, Ngadas ini merupakan desa tertinggi di Jawa Timur. Setelah Ngadas, kami sampai di Jemplang, persimpangan jalan menuju Bromo dan Ranupani. Di sini banyak pemuda yang menyewakan motor trail untuk dipacu mendaki gunung dan melewati lautan pasir. Jalan dari Jemplang menuju padang savana dan lautan pasir betul-betul Innalillahi, tidak mungkin dilalui oleh mobil (atau sepeda motor) biasa. Awalnya jalan ini sempit dan berbatu-batu, kemudian berganti dengan lautan pasir yang bisa membelit ban kendaraan tanpa ampun. Melewati lautan pasir, Pak Wawan semakin hati-hati menyetir. Saya membuka mata lebar-lebar melihat pegunungan menjulang yang mengepung jalan kami di sisi kiri dan kanan. Bulan masih setia mengikuti di belakang. Saya tidak sabar melihat pemandangan ini ketika matahari sudah bersinar.

    Sekitar jam 4.30 kami tiba di Cemoro Lawang yang hiruk pikuk. Hard top kami merayap menuju lapangan parkir di Penanjakan, look out untuk melihat matahari terbit. The Precils survived. Tapi bau solar yang menguar dari puluhan kendaraan membuat saya ingin muntah.

    Sunrise di Bromo

    Cuaca bulan September cukup dingin, tapi tidak sedingin yang saya bayangkan, mungkin sekitar 15 derajat celcius. Kami cukup memakai baju dalam termal, baju biasa, kaos kaki dan jaket. Tak lupa syal dan beannie. Turun dari mobil, kami langsung disambut penjaja sarung tangan, syal dan kupluk. Sambil menahan perut yang bergejolak, saya pasang cengiran lebar agar tidak diganggu. Si Ayah membelikan sarung tangan untuk Big A. Sementara Little A baik-baik saja dengan kostum yang dia kenakan.

    Barang penting yang wajib dibawa ketika mengunjungi Bromo adalah masker, yang untungnya sudah disediakan oleh teman kami. Debu di Bromo ini luar biasa banyaknya, terutama pada akhir musim kemarau. Dari tempat parkir, kami berjalan sedikit mendaki ke vantage point di Penanjakan. Sabtu pagi ini ramainya luar biasa. Menjadi tujuan wisata yang populer untuk berlibur, mungkin Bromo memang seramai ini tiap akhir pekan. Spot-spot terbaik sepertinya sudah diambil orang. Kalau kami paksakan tetap di lokasi itu, mungkin hanya akan melihat orang-orang yang saling memotret dengan kamera dan gadget mereka. Bukannya saya tidak ingin berbagi keindahan sunrise Bromo yang terkenal ini, tapi saya sangat terganggu dengan tingkah polah beberapa pengunjung yang sangat berisik. Mereka tertawa terlalu keras dan berteriak-teriak. Memporak porandakan bayangan saya akan sunrise romantis yang bisa kami nikmati dengan khusyuk. Mungkin dengan secangkir kopi yang baru diseduh. Saya menghibur diri dengan melihat ke sisi gunung Bromo, tempat bulan yang bersiap undur diri. Di bawah sana, terlihat kerlip lampu barisan kendaraan yang merayap. Lain kali, kami sebaiknya ke sini di luar akhir pekan dan musim liburan.

    Diam-diam, saya bawa The Precils melipir ke tempat yang lebih sepi.

    Kami menemukan tempat yang cukup lapang dan hangat untuk melihat naiknya matahari. Dalam hening, kami menyaksikan lukisan cahaya memenuhi langit, memerah dan membangunkan bunga-bunga liar di sekeliling kami.

    Kami menunggu satu persatu kendaraan yang membawa para pengunjung turun ke lautan pasir. Saya mengajak The Precils untuk naik dan duduk di atap Hard Top melihat-lihat suasana, sambil makan camilan. Akhirnya hiruk pikuk usai dan kami pun meninggalkan Penanjakan. Mobil turun dan parkir di dekat Gunung Batok yang fotogenik, cantik difoto dari sudut mana saja. Di sana sudah banyak warung-warung portabel yang buka untuk melayani sarapan. Kami sendiri sudah membawa bekal nasi kotak dari rumah, menikmati sarapan di dalam mobil untuk menghindari debu yang bersliweran.

    Di dekat tempat parkir kendaraan bermotor ini ada toilet umum. Sayangnya, seperti layaknya toilet umum di Indonesia, kebersihannya kurang terjaga. Di toilet duduk yang kami pakai, lantainya banjir dengan luberan air entah dari mana. Wastafel di luar toilet pun tidak bisa digunakan. Duh, ini tujuan wisata internasional tapi toiletnya standar kampung :|

    Lautan pasir dilihat dari Penanjakan
    One last standing
    Di pelataran Gunung Batok ini Little A bisa bermain-main dengan temannya, dan tampaknya sangat menikmati suasana. Untuk anak kecil, apa yang lebih menyenangkan dari lapangan luas yang bisa untuk berlarian sepuasnya? Dan bisa naik kuda.

    Banyak pemuda Tengger yang menawarkan jasa naik kuda pada kami. Mereka sopan dan tidak memaksa. Teman kami bilang, jangan terburu-buru menawar. Rupanya dia sudah punya langganan naik kuda di sini, temannya entah kenal dari mana :) Dia menelpon Woko, si pemuda Tengger ini untuk datang. Yak sodara-sodara: di gunung Bromo ada sinyal! Kita bisa narsis sepuasnya, langsung update status di Facebook, unggah foto di Instagram, unggah video di Vine, berkicau di Twitter, atau kultwit sekalian. Adakah yang lebih keren daripada kultwit dari atas punggung kuda melewati lautan pasir menuju Gunung Bromo?

    Tapi kalau tidak menyimpan gadget kita yang canggih ini di dalam saku atau tas, kita bakal kehilangan banyak pesona yang terjadi di sekeliling kita. Ibu pemilik warung melayani pelanggan dengan senyum ramah, tidak berusaha mengambil keuntungan yang tidak masuk akal, meski dia berjualan di obyek wisata internasional. Penjaja suvenir kaos Bromo tetap tersenyum meski saya menolak membeli dagangannya. Sepasang kekasih berpose mesra dengan latar belakang pegunungan yang megah. Lalu setitik debu di kejauhan sana, berderap, mendekat...

    Woko si pemuda Tengger datang.

    Deru Debu
    Bersama pemuda Tengger. Woko di sebelah kanan :)
    Little A dan temannya di depan Gunung Batok
    Kami kembali mendapat 'harga teman' dari Woko. Di akhir pekan, susah mendapatkan harga Rp 100 ribu untuk naik kuda. Biasanya mereka minta Rp 150 - 200 ribu. Rute pilihannya adalah mengelilingi Pura atau berhenti sampai di depan tangga menuju puncak Bromo. Saya berboncengan dengan Little A menuju puncak Bromo. Sementara Big A memilih jalan memutari Pura saja. Entah mengapa, Big A punya ketakutan terhadap volcano, gunung berapi.
     
    Kata Si Ayah, landscape gunung Bromo ini sudah jauh berubah, lautan pasirnya jauh lebih tebal daripada yang dia ingat dulu. Mestinya memang letusan tahun 2010 yang mengubah landscape gunung ini. Jalan dari tempat parkir mobil menuju kawah Bromo tidak terlalu jauh, tapi dengan debu yang bersliweran dan ketebalan pasir yang membuat kaki kita bisa lesap, lebih bijaksana kalau menyewa kuda untuk sampai di depan anak tangga. Saya bersyukur duduk di atas punggung kuda, kalau tidak, mungkin tenaga saya sudah habis untuk menaiki tangga sampai di puncak Bromo.

    Tadinya saya berniat menghitung jumlah anak tangga menuju puncak Bromo, apakah benar 250 seperti yang diceritakan orang-orang. Tapi apa daya, di anak tangga kesepuluh napas saya sudah mulai tersengal. Sementara Little A dengan gagah perkasa bertekad untuk naik tangga sendiri tanpa digendong. Beberapa orang lokal menawarkan jasa ojek gendong (yep, semua ada di Indonesia), tapi saya tidak rela melepaskan Little A digendong orang asing. Lagipula anaknya baik-baik saja  dan malah senang kok :)

    And we made it! Kami sampai di puncak dan masih bisa berpose tersenyum untuk difoto. Saya tidak berani lama-lama di puncak karena sungguh-sungguh berbahaya. Di atas sana tidak ada pengaman yang cukup menjamin seseorang tidak terjatuh ke kawah. Tolong pegang anak anda erat-erat! Di atas, saya sempatkan mengambil satu momen hening, menghirup udara memenuhi paru-paru dan membuat catatan mental bahwa saya pernah ada di atas puncak Bromo ini. Dari atas, saya bisa melihat manusia menyemut, dan mobil-mobil yang hanya tampak seperti titik-titik debu. Di tengah semua ini, saya melihat Pura Luhur Poten, tempat sembahyang masyarakat Tengger, yang berdiri dengan kokoh namun anggun. Pura ini seperti menjembatani kekerdilan kita dan keagungan mahakarya Sang Pencipta.


    Are you ready, Little A?
    Di puncak Bromo
    Si Ayah menggendong Little A menuruni tangga, karena jalan turun ternyata lebih berbahaya daripada jalan naik. Kami kembali ke mobil, dan Pak Wawan membawa kami ke Pasir Berbisik. Lautan pasir ini mendapatkan namanya yang sekarang karena menjadi lokasi syuting Dian Sastro di film dengan nama sama. Di lautan pasir ini, kami mendapati beberapa motor trail meraung-raung memamerkan ketangkasan mereka. Sementara di balik bebatuan, ada seorang perempuan tua berbaju pink menjaga warung portabelnya, sendirian

    Kalau memilih jalur Malang, dari lautan pasir kita akan langsung kembali melewati padang Savana yang berisi bukit-bukit kecil yang lucu. I hate to say it, but they call it Bukit Teletabis. Ketika kami melewati bukit ini, rerumputan tampak kering, karena akhir musim kemarau. Kata teman saya, waktu terbaik untuk mengunjungi Bromo adalah di awal musim kemarau, sekitar bulan Mei. Rumput-rumput masih hijau karena masih mendapat sisa hujan, pasir sudah tidak lagi menjadi lautan lumpur dan debu masih belum terlalu tebal.

    Perjalanan pulang kami lanjutkan. Dalam kantuk yang kembali menyerang, saya masih bisa mendengar Pak Wawan membunyikan klakson Hard Top bernada riang dan lucu setiap kali kami melewati tikungan tajam yang hanya cukup untuk satu mobil. Sebelum saya akhirnya memejamkan mata, saya masih sempat melihat dua orang penduduk desa Ngadas membawa babi hasil tangkapan mereka yang diikat pada tongkat panjang. Mungkin sebagai persiapan menjelang Upacara Karo. Ingatan saya kembali melayang pada pura yang saya lihat dari puncak Bromo.

    Pura Luhur Poten. Difoto dari puncak Bromo
    ~ The Emak

    Foto oleh Anindito Aditomo
    Jumat, 22 Februari 2013
    Profile dan Kumpulan Lengkap Lagu Elvi Sukaesih

    Profile dan Kumpulan Lengkap Lagu Elvi Sukaesih

    ratu dangdut
    Elvy Sukaesih lahir di Jakarta pada 25 Juni 1951 merupakan salah satu penyanyi dangdut Indonesia yang legendaris dan dijuluki sebagai "Ratu Dangdut". Ia lahir dari pasangan asal Sumedang. Elvi Sukaesih mulai menyanyi sejak dibangku kelas 3 SD.

    Elvi Sukaesih menikah pada usia muda (19 tahun) dengan pemuda keturunan Arab, Zaidun Zeth. Kariernya mulai menanjak pada awal tahun 1970-an ketika menjadi penyanyi pendamping Rhoma Irama pada OM Soneta meskipun sebelumnya Elvi telah populer di berbagai panggung. Setelah berpisah dari Soneta, Elvi bersolo karier dan tetap eksis dalam musik dangdut hingga sekarang.


    Koleksi Lagu Mp3 Lengkap Elvi Sukaesih
    Elvi Sukaesih - 17 Tahun
    Elvi Sukaesih - Acara Malam Minggu
    Elvi Sukaesih - Asal Sombong
    Elvi Sukaesih - Air Mata
    Elvi Sukaesih - Air Mata Darah
    Elvi Sukaesih - Akhir Cintaku
    Elvi Sukaesih - Aku Gembira
    Elvi Sukaesih - Aku Ingin Bebas
    Elvi Sukaesih - Aku Tak Mau Dimadu
    Elvi Sukaesih - Anak Musik
    Elvi Sukaesih - Andeca Andeci
    Elvi Sukaesih - Asam Garam
    Elvi Sukaesih - Ayah Bunda
    Elvi Sukaesih - Ayah Kawin Lagi
    Elvi Sukaesih - Ayo Dong
    Elvi Sukaesih - Baju Pengantin
    Elvi Sukaesih - Bara Cinta
    Elvi Sukaesih - Bayanganmu
    Elvi Sukaesih - Benang Jadi Kelambu
    Elvi Sukaesih - Berbulan Madu
    Elvi Sukaesih - Bercanda
    Elvi Sukaesih - Berdarah Lagi
    Elvi Sukaesih - Berjanji
    Elvi Sukaesih - Besok
    Elvi Sukaesih - Bila Cinta Bersemi
    Elvi Sukaesih - Bila Kau Sadar
    Elvi Sukaesih - Bimbang
    Elvi Sukaesih - Birahi
    Elvi Sukaesih - Bisikan Kasih
    Elvi Sukaesih - Bisikan Rindu
    Elvi Sukaesih - Bisik-bisik Tetangga
    Elvi Sukaesih - Bukan Harta
    Elvi Sukaesih - Bukankah Kau Tahu
    Elvi Sukaesih - Bukan Makna Bahagia
    Elvi Sukaesih - Bukan Milikmu
    Elvi Sukaesih - Bulan
    Elvi Sukaesih - Bulan di Ranting Cemara
    Elvi Sukaesih - Burung Dalam Sangkar
    Elvi Sukaesih - Cambuk Derita
    Elvi Sukaesih - Cari Kerja
    Elvi Sukaesih - Cerita Lama
    Elvi Sukaesih - Cincin Kawin
    Elvi Sukaesih - Cinta Berduri
    Elvi Sukaesih - Cinta Bersemi
    Elvi Sukaesih - Cinta Dalam Derita
    Elvi Sukaesih - Cinta Pertama
    Elvi Sukaesih - Cinta Rahasia
    Elvi Sukaesih - Colak Colek
    Elvi Sukaesih - Cubit Cubitan
    Elvi Sukaesih - Curi-Curi
    Elvi Sukaesih - Darah Tinggi
    Elvi Sukaesih - Datang Untuk Pergi
    Elvi Sukaesih - Derita Bercinta
    Elvi Sukaesih - Dia Terbang Lagi
    Elvi Sukaesih - Diam Diam Jatuh Hati
    Elvi Sukaesih - Dimana Dia
    Elvi Sukaesih - Ditelan Alam
    Elvi Sukaesih - Doa Suci
    Elvi Sukaesih - Dua Kali Patah Hati
    Elvi Sukaesih - Dua Tambah Tiga
    Elvi Sukaesih - Duniaku
    Elvi Sukaesih - Dusta
    Elvi Sukaesih - Fitriyah Kusayang
    Elvi Sukaesih - Gara-gara Alamat
    Elvi Sukaesih - Gersang
    Elvi Sukaesih - Gula Gula
    Elvi Sukaesih - Goyang Dangdut
    Elvi Sukaesih - Habibi
    Elvi Sukaesih - Halimah
    Elvi Sukaesih - Hampir Saja
    Elvi Sukaesih - Hanya Satu
    Elvi Sukaesih - Harus Waspada
    Elvi Sukaesih - Hasrat Murni
    Elvi Sukaesih - Hatiku Beku
    Elvi Sukaesih - Hello Hello
    Elvi Sukaesih - Hidung Belang
    Elvi Sukaesih - Ingin Bebas Lagi
    Elvi Sukaesih - Istri Yang Setia
    Elvi Sukaesih - Izinkanlah
    Elvi Sukaesih - Janda Bertemu Duda
    Elvi Sukaesih - Janda Kembang
    Elvi Sukaesih - Jangan Cemburu
    Elvi Sukaesih - Jangan Malu
    Elvi Sukaesih - Janji
    Elvi Sukaesih - Jam 5
    Elvi Sukaesih - Jatuh Cinta
    Elvi Sukaesih - Jera
    Elvi Sukaesih - Joget
    Elvi Sukaesih - Jumpa Pertama
    Elvi Sukaesih - Jumpa Semalam
    Elvi Sukaesih - Kabut Biru
    Elvi Sukaesih - Kampungan
    Elvi Sukaesih - Karena Judi
    Elvi Sukaesih - Karena Gengsi
    Elvi Sukaesih - Karena Pengalaman
    Elvi Sukaesih -  Karena Takdir
    Elvi Sukaesih - Kasih Sayang
    Elvi Sukaesih - Kasih Sekejab
    Elvi Sukaesih - Kasih Yang Kejam
    Elvi Sukaesih - Karena Pengalaman
    Elvi Sukaesih - Kau Ku Tanggung
    Elvi Sukaesih - Kau Lupakan
    Elvi Sukaesih - Kau Pinta Kembali
    Elvi Sukaesih - Ke Pasar Minggu
    Elvi Sukaesih - Kecewa
    Elvi Sukaesih - Kehancuran Cinta
    Elvi Sukaesih - Kehancuran Hati
    Elvi Sukaesih - Kejam
    Elvi Sukaesih - Kembali Padaku
    Elvi Sukaesih - Kemesraan
    Elvi Sukaesih - Kenangan
    Elvi Sukaesih - Kenangan Cinta
    Elvi Sukaesih - Kenapa Harus Jumpa
    Elvi Sukaesih - Kepalsuan Jiwa
    Elvi Sukaesih - Kereta Malam
    Elvi Sukaesih - Kerinduan Hati
    Elvi Sukaesih - Kesan dan Derita
    Elvi Sukaesih - Ketemu Lagi
    Elvi Sukaesih - Kopi Susu
    Elvi Sukaesih - Krebo
    Elvi Sukaesih - Ku Ingin Bahagia

    Elvi Sukaesih - Ku Milikmu
    Elvi Sukaesih - Kubawa
    Elvi Sukaesih - Kucoba Lagi
    Elvi Sukaesih - Kuda Lumping
    Elvi Sukaesih - Lagu Untuk Sahabat
    Elvi Sukaesih - Lamunanku
    Elvi Sukaesih - Lara Hati
    Elvi Sukaesih - Larut
    Elvi Sukaesih - Lelaki Pendusta
    Elvi Sukaesih - Lembaran Terakhir
    Elvi Sukaesih - Loh Kok Marah
    Elvi Sukaesih - Lonceng Tangah Malam
    Elvi Sukaesih - Luka
    Elvi Sukaesih - Lukisan Kecemasan
    Elvi Sukaesih - Maafkanlah
    Elvi Sukaesih - Maharaja
    Elvi Sukaesih - Mama Papa
    Elvi Sukaesih - Mandi Madu
    Elvi Sukaesih - Mandul
    Elvi Sukaesih - Manja
    Elvi Sukaesih - Malam Asmara
    Elvi Sukaesih - Malam Terakhir
    Elvi Sukaesih - Malu-malu Kucing
    Elvi Sukaesih - Mata Keranjang
    Elvi Sukaesih - Membina Cinta
    Elvi Sukaesih - Menanggung Rindu
    Elvi Sukaesih - Menangis
    Elvi Sukaesih - Mencari Kedamaian
    Elvi Sukaesih - Mencari Mangsa
    Elvi Sukaesih - Mengapa Dia
    Elvi Sukaesih - Memilih Kekasih
    Elvi Sukaesih - Merana
    Elvi Sukaesih - Mertua Galak
    Elvi Sukaesih - Midi, Mini, Maxi
    Elvi Sukaesih - Mimpi Buruk
    Elvi Sukaesih - Mimpi Terindah
    Elvi Sukaesih - Minta Gelang
    Elvi Sukaesih - Nasib Janda
    Elvi Sukaesih - Pacaran
    Elvi Sukaesih - Padamu Jua
    Elvi Sukaesih - Pancaran Kasih
    Elvi Sukaesih - Pantun Cinta
    Elvi Sukaesih - Pecah Seribu
    Elvi Sukaesih - Pecut
    Elvi Sukaesih - Penari
    Elvi Sukaesih - Pengabdian Seorang Wanita
    Elvi Sukaesih - Pengobat Rindu
    Elvi Sukaesih - Penyanyi Sexy
    Elvi Sukaesih - Penyesalanku
    Elvi Sukaesih - Perawan Desa
    Elvi Sukaesih - Perih
    Elvi Sukaesih - Permata Hati
    Elvi Sukaesih - Pesan Untukmu
    Elvi Sukaesih - Pesta Panen
    Elvi Sukaesih - Pengemis Buta
    Elvi Sukaesih - Penyesalan
    Elvi Sukaesih - Peti Ajaib
    Elvi Sukaesih - Pintu Taubat
    Elvi Sukaesih - Pria Idaman
    Elvi Sukaesih - Racun Asmara
    Elvi Sukaesih - Racun Bercinta
    Elvi Sukaesih - Rama dan Shinta
    Elvi Sukaesih - Rambate Rata Hayo
    Elvi Sukaesih - Rasa Kasihku
    Elvi Sukaesih - Ratapan Doa
    Elvi Sukaesih - Ratu Malam
    Elvi Sukaesih - Rayuan
    Elvi Sukaesih - Reggae Dangdut
    Elvi Sukaesih - Rembulan
    Elvi Sukaesih - Rindu Menanti
    Elvi Sukaesih - Rindu
    Elvi Sukaesih - Romantis
    Elvi Sukaesih - Rujuk
    Elvi Sukaesih - Salah Sangka
    Elvi Sukaesih - Salam Sayang
    Elvi Sukaesih - Saling Memilih
    Elvi Sukaesih - Saling Tergoda
    Elvi Sukaesih - Sampai Kapankah
    Elvi Sukaesih - Sampai Pagi
    Elvi Sukaesih - Satu Pintaku
    Elvi Sukaesih - Satu Syarat
    Elvi Sukaesih - Sayang
    Elvi Sukaesih - Sayangilah
    Elvi Sukaesih - Sebatas Angan
    Elvi Sukaesih - Sebuah Kenangan
    Elvi Sukaesih - Sebuah Nama
    Elvi Sukaesih - Sedingin Salju
    Elvi Sukaesih - Seharum Bunga Syurga
    Elvi Sukaesih - Sekuntum Mawar Merah
    Elvi Sukaesih - Sengaja
    Elvi Sukaesih - Selamat
    Elvi Sukaesih - Sikut Kanan Sikut Tiri
    Elvi Sukaesih - Sorry
    Elvi Sukaesih - Suami Yang Kejam
    Elvi Sukaesih - Suaramu
    Elvi Sukaesih - Sumpah Benang Emas
    Elvi Sukaesih - Sunyi Dalam Duka
    Elvi Sukaesih - Surat Cerai
    Elvi Sukaesih - Surat Darimu
    Elvi Sukaesih - Syalala
    Elvi Sukaesih - Syaratnya
    Elvi Sukaesih - Syurga Dunia
    Elvi Sukaesih - Tangis Asmara
    Elvi Sukaesih - Tangis di Pusara
    Elvi Sukaesih - Takut Digoda
    Elvi Sukaesih - Tak Tahan Dimadu
    Elvi Sukaesih - Taman Impian
    Elvi Sukaesih - Tanda Merah
    Elvi Sukaesih - Tepuk Nyamuk
    Elvi Sukaesih - Terharu
    Elvi Sukaesih - Terlambat
    Elvi Sukaesih - Tiada Guna
    Elvi Sukaesih - Tiada Kata Merdu
    Elvi Sukaesih - Tidak Sendiri
    Elvi Sukaesih - Tidak Tahan
    Elvi Sukaesih - Tinggalkan Aku
    Elvi Sukaesih - Tercapai
    Elvi Sukaesih - Terluka
    Elvi Sukaesih - Tobat Bercinta
    Elvi Sukaesih - Tujuh Sumur
    Elvi Sukaesih - Tunggu Sebentar
    Elvi Sukaesih - Untukmu
    Elvi Sukaesih - Wahai Kaumku
    Kamis, 21 Februari 2013
    Resep Martabak Manis Khas Bangka Yang Terkenal Kelezatannya

    Resep Martabak Manis Khas Bangka Yang Terkenal Kelezatannya

    Martabak Bangka
    Resep martabak manis khas Bangka yang terkenal Kelezatannya - Barangkali bisa dikatakan jika hampir setiap orang Indonesia sangat familiar dengan makanan khas Bangka yang satu ini. Ya, inilah martabak manis Bangka yang begitu populer di Indonesia.

    Para penjual martabak Bangka bisa dengan mudah Anda jumpai hampir di seluruh wilayah-wilayah di Indonesia baik di kota ataupun di desa, terutama dipinggir-pinggir jalan besar yang biasa Anda lalui, dengan merebaknya para penjual ini maka secara otomatis martabak manis Bangka ini pun begitu populer dan dengan mudah bisa Anda didapatkan dimana saja.

    Selain terkenal dengan kelezatannya, kuliner manis khas Bangka ini juga bisa menjadi salah satu camilan mengeyangkan yang bisa menemani saat-saat santai Anda bersama keluarga. Nah, bagi Anda yang begitu memfavoritkan makanan ini dan penasaran mengenai cara membuat martabak Bangka, maka situs tabloid kuliner akan memberikan resep dan cara membuat martabak manis khas Bangka yang bisa Anda coba sendiri saat dirumah.

    Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya tidaklah sulit. Bahan-bahan untuk membuat martabak manis Bangka bisa dikategorikan sebagai bahan-bahan yang juga sering digunakan untuk resep-resep membuat kue pada umumnya. Daripada berlama-lama penasaran, langsung saja menuju kepada pokok pembahasan kali ini, yaitu mengenai resep martabak manis khas Bangka yang terkenal lezat.


    Bahan-bahan martabak manis Bangka: 
    • 4 sendok makan yeast atau ragi 
    • 1800 cc atau 2 butir air perasan kelapa (santan) 
    • 1 1/2 sendok teh garam yang dilarutkan dan dipanaskan dengan santan hingga hangat 
    • 1 1/2 kilogram tepung terigu 
    • 8 butir telur ayam 
    • 65 gram soda kue atau baking powder 
    • 1 1/2 sendok teh vanilla sebagai penambah aroma 
    • 1/2 kilogram mentega 
    • 150 gram kacang tumbuk kasar yang digoreng tanpa minyak (sangrai) 
    • 150 gram butiran coklat meises 
    • 1 kaleng susu kental manis 
    • 1/4 kilogram gula pasir taburan topping 


    Cara membuat martabak manis Bangka: 
    1. Pertama-tama campurkan ragi atau yeast kedalam campuran larutan santan dan garam. Kemudian biarkan selama kurang lebih 20 menit dan tunggu hingga adonan mengeluarkan buih atau busa dan kemudian sisihkan. 
    2. Ambil sebuah mangkuk atau wadah yang cukup besar untuk mencampur terigu dan telur. Setelah keduanya dicampurkan, kemudian mulailah mengaduknya secara perlahan-lahan. Tuang larutan santan yang tadi disisihkan kedalam adonan terigu dan telur secara perlahan-lahan lalu masukkan soda kue, vanilla dan 4-5 sendok gula pasir atau sesuai selera. Aduk hingga adonan terlihat mengental kemudian sisihkan. 
    3. Langkah berikutnya adalah memanaskan loyang yang digunakan sebagai alat untuk mematangkannya. Gunakan loyang yang biasa digunakan untuk memasak martabak, kemudian olesi dengan sedikit mentega dan panaskan dengan api sedang. 
    4. Tuang adonan secara perlahan-lahan kedalam loyang dengan ketebalan kurang lebih 1 centimeter. Biarkan adonan mulai mengeras dan hampir matang. 
    5. Setelah itu kemudian taburkan kacang tanah, gula pasir, susu kental manis dan coklat meises kemudian lipat martabak dan sapukan mentega diatas permukaannya dengan menggunakan kuas atau pisau. 
    6. Potong martabak menjadi 6 bagian kemudian hidangkan di piring selagi hangat.


    Demikianlah resep mudah dalam membuat martabak manis khas Bangka yang bisa menjadi referensi Anda dirumah. Selamat mencoba.
    Quick Message
    Press Esc to close
    Copyright © 2013 APA LO MAU GUA ADA All Right Reserved