Breaking News
Loading...

Recent Post

Senin, 12 Agustus 2013
Profile dan Kumpulan Lengkap Album Evie Tamala

Profile dan Kumpulan Lengkap Album Evie Tamala


Evi Tamala mengawali kariernya di tahun 1980-an sebagai penyanyi panggung dan tergabung dalam sebuah group orkes melayu Sinar Remaja. Pada waktu itu, Evie menggunakan nama panggung Uce Arifina. Kelompok orkesnya tidak hanya manggung di Tasikmalaya, tapi juga sampai Bandung. Sampai suatu hari Muchtar B seorang pencipta lagu dangdut sekaligus produser mendengar suara Evie yang merdu.

Nama Evie mulai disejajar dengan penyanyi dangdut lainnya, seperti Elvy Sukaesih, Camelia Malik maupun Rita Sugiarto ketika album ketiga "Dokter Cinta" meledak dipasaran. Keberhasilan tersebut disusul oleh kesuksesan album-album berikutnya, antara lain Hari-Hari Cinta (1990), Aduh Sayang (1991), Kandas dan Aku Rindu Padamu. Kesuksesan tersebut membuat Evie menjadi produser untuk penyanyi-penyanyi berbakat sehingga mampu terjual dipasaran.


Nama lengkap : Cucu Suryaningsih
Nama panggung : Evie Tamala
Lahir: Tasikmalaya, Jawa Barat, 23 Juni 1969
Tinggi/ berat badan : 157 cm / 50 kg



Koleksi Lengkap Album Evie Tamala





Album : Tang Ting Tong Der - 1988

Tang Ting Tong Der
Cinta Kepiting
Gadis Miskin
Tukang Gendang
Tang Ting Tong Der (Bonus)
Kejam
Seruling Malam
Rumah Bambu
Mesranya Cinta
Kangen
Tak Seindah Mimpi






Album : Dokter Cinta - 1989

Dokter Cinta
Racun Cinta
Kumismu
Dompet Kosong
Pria Idola
Percuma
Kangen
Mengapa






Album : Hari-hari Cinta - 1990

Hari-hari Cinta
Bego-begoan
Basa Basi Cinta
Kata Hati
Luka Yang Biru
Obral Cinta
Tak Sampai Hati
Tiga Pria
Cinta dan Siksa
Panas Dingin







Album : Aduh Sayang - 1991

Aduh Sayang
Cinta Biru 
Cinta Dan Agama 
Ada Apanya Sih 
Lilin Lilin Putih 
Selendang Biru 
Menanti
Tabir
Serius Dan Serius
Kau Tutup Mata Hatimu






Album : Kangen - 1993

E Cacak E
Rasak No
Kangen 
Mudo Mudi
Anak'e Pade 
Gendular Gendulir 
Lho Kok Malah Nekad
Gaplek Opo Tiwul 
Konco Tani






Album : Selamat Malam -1995

Selamat Malam
Sebuah Janji
Potret Tua 
Dia Adalah Dia 
Kesunyian
Kelam
Benang Benang Cinta 
Selamat Ulang Tahun 
Nada Nada Cinta
Sampai Jumpa Lagi








Album : Suara Hati Evie Tamala - 1997

Suara Hati
Malam Ini ( Versi 1 ) 
Permata Hati
Seribu Purnama
Nyanyian Rindu
Salam Mesra
Kerinduan 
Harapan 
Apa Yang Kau Cari
Kuingin
Malam Ini ( Versi 2 )







Album : Album Cinta - 2000

Kandas
Suara Hati
Lukaku
Cinta (Tentang Cinta)
Malam Ini
Janji
Cinta Biru
Sedingin Salju
Duka







Album : Getar Suara Hati - 2004

Jatuh Cinta Lagi
Aku Rindu Padamu
Suara Hati
Selamat Malam
Rembulan Malam
Kandas
Janji
Tanda Merah
Seribu Purnama
Getar
Lilin Putih
Kerinduan







Album : Kasmaran - 2006

1001 Hari
Malu
Jatuh Cinta Lagi
Air Mata
Kasmaran
1001 Hari
Demi Cinta
Aku Rindu Padamu ( Unpluged DD )
Getar ( Unpluged DD )
Sabila
Cigalontang





Cara Mengetahui Tanda-tanda Ibu/Wanita Melahirkan

Cara Mengetahui Tanda-tanda Ibu/Wanita Melahirkan

Ibu Melahirkan
Masa hamil tua adalah waktu dimana kita menantikan detik-detik kelahiran sang bayi, tidak ada yang tahu persis kapan kelahiran terjadi walaupun seorang spesialis ahli kandungan sekalipun. Kita hanya menerka dari hitungan terakhir menstruasi dan bisa juga dari hasil USG yang memperlihatkan berat, panjang serta usia kandungan. Tetapi ingat itu hanya prediksi yang hanya 80% ketepatannya.

Untuk mengetahui dan memastikan bahwa masa ibu melahirkan sudah dekat, kita dapat melihatnya dari tanda-tanda yang berlangsung secara tahap demi tahap. Berikut adalah tanda-tanda wanita/ibu akan melahirkan :
  • Terasa nyeri di area selangkangan, Rasa nyeri ini dikarenakan adanya tekanan sebagai akibat dari posisi kepala janin sudah turun ke bawah yang juga menekan kandung kemih serta berakibat sering ingin buang air dan buang angin. 
  • Sakit pada panggul tulang belakang, Rasa sakit ini disebabkan oleh pergeseran dan pergerakan janin yang mulai menekan tulang belakang. 
  • Keluarnya flek kental bercampur darah pada celana, Perhatikanlah bercak atau flek yang keluar pada celana dalam, awalnya berwarna sedikit kecoklat-coklatan, lalu coklat muda, coklat, hingga mendekati warna darah. Ini terjadi karena selama kehamilan bayi tersumbat dalam rahim oleh mucus (gumpalan lendir yang lengket pada leher rahim). Saat persalinan dimulai dan cervix mulai membuka, gumpalan mucus tadi terhalau. 
  • Terjadi kontraksi, kontraksi atau rasa mules terjadi dengan durasi yang berbeda, terkadang 6 jam hingga durasi tersebut memendek atau setiap 10 menit kontraksi timbul. Proses ini berlanjut hingga pembukaan cervix menjadi penuh, ukuran lebarnya antara 8-10 cm. Dewasa ini besarnya bukaan tidak lagi diukur dengan jari. Lima jari berarti bukaan penuh. 
  • Keluarnya air dari vagina yang berbau amis, inilah yang disebut air ketuban dan pecahnya air ketuban tidak terasa tetapi akan berakibat fatal jika keluar dalam jumlah banyak sampai membasahi pakaian dalam. Air ketuban berfungsi membersihkan jalur persalinan.proses melahirkan akan berlangsung cepat. Kepala bayi akan berusaha keras menekan , untuk membukanya dan merangsang pelepasan prostaglanding untuk memacu kontraksi anda.

Jangan gugup dan ikuti semua proses tanda-tanda tersebut karena semua itu berjalan secara normal dan setiap wanita pasti akan mengalaminya. Kecuali untuk keadaan yang tidak normal seperti plasenta previa yang harus menjalankan operasi cesar tanpa harus mengalami proses diatas.
Kamis, 01 Agustus 2013
[Penginapan] Hostel 5.FootWay.Inn Project Boat Quay Singapore

[Penginapan] Hostel 5.FootWay.Inn Project Boat Quay Singapore

Hostel's reception
Boleh nggak sih bawa anak-anak nginep di hostel? Di Singapura boleh-boleh aja tuh, asal di kamar privat.

Setelah over budget menginap di hotel Novotel, saya ingin menyeimbangkan anggaran dengan menginap 2 malam di hostel, yang tarifnya hampir separuh dari tarif hotel bintang empat.

Saya mengandalkan website Hostel World untuk mengetahui daftar hostel yang tersedia di Singapura. Baru kemudian saya cek website masing-masing hostel. Sebagian besar hostel di Singapura, dalam peraturannya menyebutkan, anak-anak di atas usia 2 tahun boleh menginap, asal di kamar privat atau kalau menyewa seluruh bed di dorm (4 kasur atau 6 kasur). 

Setelah browsing dan baca review sana-sini, saya memutuskan memesan kamar di 5.Footway.Inn Project Boat Quay. Grup hostel ini sudah punya banyak properti di Singapura, antara lain di daerah Bugis, Chinatown 1 dan Chinatown 2. Project Boat Quay adalah hostel terbaru mereka. Lokasinya cukup menarik di tepi Singapore River. Sejak melihat foto-foto mereka di website resminya, saya langsung tertarik.

Di hostel, biaya menginap dihitung per orang atau per kasur, bukan per kamar. Tarif di hostel Project Boat Quay ini SGD 34 per orang per malam, atau sekitar Rp 272.000. Total berempat per malam adalah Rp 1.088.000. Saya booking di Hostel World, yang hanya mengenakan deposit 10% dari total tagihan. Deposit saya bayar dengan Pay Pal, sisanya saya bayar tunai di hostel. 

Bunk bed
Double bed
Saya sempat kesal ketika cek in, kamar yang kami pesan, Superior 4 bed Mixed Dorm tidak ada. Padahal saya sudah booking di Hostel World. Mereka menggantinya dengan 2 kamar privat, 1 kamar dengan double bed dan kamar satunya lagi 1 set bunk bed. Saya pikir-pikir nggak papa lah, karena Big A juga sudah cukup besar untuk menjaga adiknya, dan hostel ini dilengkapi pengamanan dengan kartu.

Sudah diduga, Little A senang dengan bunk bed. Kamar privat bunk bed untuk berdua ini sangat sempit dan tanpa jendela. Kamar double bed lebih luas, lantainya yang diberi karpet bisa untuk menggelar barang bawaan dan hasil shopping kami untuk packing di malam terakhir. Masing-masing kamar dilengkapi AC, meja dan bangku, loker yang bisa dikunci, cermin, lampu baca dan colokan charger. Mereka juga menyediakan handuk. 

Kasur, bantal dan spreinya tipis, tidak senyaman kasur di hotel (ya iya laaah). Awalnya saya sempat merasa sesak napas karena sempitnya ruangan tanpa jendela ini. Tapi lama-lama, setelah tersihir sejuknya AC, saya bisa menyesuaikan diri. Apalagi di hostel ini ada fasilitas wifi gratis dengan kecepatan tinggi. Precils bisa anteng streaming You Tube, sementara Emaknya bisa eksis di media sosial. Siapa yang perlu TV layar datar? Dan jendela?

Brekky with a view
Di hostel ini, semua kamar mandinya sharing, tidak ada kamar mandi dalam. Mungkin ini juga yang bikin ragu Emak-Emak lain untuk mencoba hostel. Nanti gimana mandinya di kamar mandi umum? Saya dulu juga begitu, ketika memesan kabin di New Zealand, selalu memilih yang ada kamar mandi dalamnya. Tapi setelah latihan camping di Sydney, dan campervanning Adelaide - Melbourne, kami jadi berani menggunakan toilet dan kamar mandi umum.

Toilet dan kamar mandi perempuan satu lantai dengan resepsionis dan kamar kami, sementara kamar mandi untuk laki-laki di lantai 3. Toilet duduk kering cukup bersih, dengan tisu yang cukup. Ada juga satu toilet dengan semprotan air. Kami tidak pernah harus mengantre untuk memakai toilet atau kamar mandi. Tapi bilik mandi selalu sudah basah lantainya. Desain bilik mandi mereka juga tidak sebagus yang kami temui di Australia, dengan area basah untuk shower dan area kering untuk ganti baju. Bilik mandi di hostel ini cuma seperti ruang bilas di kolam renang di Indonesia. Mereka menyediakan sabun cair dan shampoo dalam dispenser di setiap bilik. Sayangnya cantelan handuk dan gantungan bajunya cuma satu! Lumayan ribet untuk ganti baju, apalagi tidak ada area kering. Tapi ya sudahlah, yang penting badan segar kena air hangat.

Hostel ini juga menyediakan fasilitas laundry dan pengeringan dengan membayar $13 sekali cuci, termasuk deterjen. Saya perlu cuci-cuci karena Little A berbasah-basah di water play Singapore Zoo. Ketika saya lupa mengambil cucian malam-malam, resepsionis cukup berbaik hati mengamankan cucian saya untuk diambil esok harinya.

Satu lagi kelebihan di hostel, mereka menyediakan sarapan gratis. Meskipun 'cuma' roti panggang dengan selai, lumayan lah untuk memulai hari. Yang paling menarik dari hostel ini adalah ruang serbaguna mereka di lantai atas. Dari teras, kita bisa sarapan dengan kopi beneran dari mesin kopi dan roti panggang sambil memandang sungai Singapura yang bersih. Cicit burung menimpali obrolan saya dan Si Ayah pagi itu, tentang... statistik untuk validasi penelitian! Kriuk :)
 

Lokasi hostel ini berada di antara ruko-ruko pinggir sungai yang kalau malam disulap menjadi tempat untuk makan-makan. Banyak resto yang menawarkan seafood, chinese dan Thai food dan ada beberapa bar bergaya pub di Inggris. Saya sempat tanya harga makanan di sekitar sini, yang ternyata lumayan mahal, $25-$35. Kami pun melenggang menuju Lau Pa Sat yang standar harga makanannya cuma $5 - $7. Hostel ini berada di antara stasiun MRT Clarke Quay (jalur ungu) dan stasiun Raffles Place (jalur merah dan hijau), masing-masing ditempuh 10 menit berjalan kaki (jadi 20 menit kalau dengan Precils). Dari dan ke bandara Changi bisa memilih via stasiun Raffles Place.

Secara umum, kami asyik-asyik aja tinggal di hostel. Precils tetap bisa tidur nyenyak dan nggak komplain berbagi kamar mandi dan toilet. Saya, meskipun bisa mendengar langkah-langkah orang di lorong kamar dan sayup-sayup obrolan tetangga sebelah, akhirnya bisa tidur juga karena kelelahan. Si Ayah senang dengan internet cepat dan gratis, saya senang bisa minum kopi beneran dari mesin kopi. Cuma yang saya rasakan, tamu-tamu di hostel ini lebih banyak yang cuek. Saat sarapan, hanya bule-bule yang membalas ucapan Good Morning saya. Sementara orang-orang Asia, ketika disapa, tersenyum pun tidak. Euw!

~ The Emak 

Baca Juga:  
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 APA LO MAU GUA ADA All Right Reserved