Breaking News
Loading...

Recent Post

Sabtu, 28 September 2013
Manfaat Darah Tali Pusar - Dapat Menyembuhkan Jenis Penyakit Berat/Kronis

Manfaat Darah Tali Pusar - Dapat Menyembuhkan Jenis Penyakit Berat/Kronis

tali pusar
Darah tali pusat yang disebut juga darah plasenta adalah darah yang ada dalam tali pusar dan plasenta saat bayi dilahirkan dan setelah tali pusat dipotong. Tali pusat sendiri pada saat proses kehamilan berfungsi sebagai penghubung kehidupan antara ibu dan janin yang ada dirahim ibu. Dengan tali pusatlah janin mendapat asupan makanan dari ibu.

Darah tali pusar yang kaya sel punca itu masih bermanfaat memberikan kesembuhan untuk penyakit tertentu yang berhubungan dengan darah. Sel punca adalah jenis sel didalam tubuh yang sangat aktif membelah dan belum memuliki fungsi khusus. Sel punca berperan penting bagi tubuh karena mempunyai potensi tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda dalam tubuh, Seperti sel darah atau sel otot. Sel punca juga berfungsi mengganti sel-sel dalam tubuh yang rusak.

Proses pengambilan darah dilakukan langsung sesaat setelah bayi dilahirkan dan dilakukan oleh dokter yang melakukan persalinan. Darah yang diambil dari tali pusar dimasukkan ke kantong darah sekitar 80 - 100 cc begitu bayi dipisahkan dari ibu kemudian tim logistik dari bank darah tali pusat mengambil dan membawa ke laboratorium untuk diproses, dan proses yang dilakukan untuk mendapatkan sel punca memakan waktu 6 sampai 7 jam diruang yang steril. Darah di ekstraksi untuk dipisahkan dari plasma darah dan sel darah merah. Dari hasil proses inilah didapat kandungan sel punca yang disimpan di bank darah tali pusat.

Sel punca yang disimpan dalam bank darah tali pusat pada dasarnya bisa disimpan selamanya. Biasanya orangtua dengan pihak bank darah tali pusat membuat kontrak selama 21 tahun pada penyimpanan awal dan bisa diperpanjang walaupun yang siempunya sel punca sudah dewasa.


Darah Tali Pusar yang tidak boleh disimpan :
  • Ibu yang memiliki penyakit Hepatitis B dan C 
  • Ibu yang memiliki penyakit sifilis 
  • Ibu yang memiliki penyakit yang berhubungan dengan darah 
  • Bayi yang terlilit tali pusat, karena menghasilkan darah yang sedikit 


Manfaat/khasiat darah tali pusar bagi kesehatan

Berdasarkan riset yang telah dilakukan para ahli bahwa manfaat dari sel punca mampu mengobati 80 jenis penyakit diantaranya kanker darah atau Leukimia, Thalasemia, Neuroblastoma (kanker sistem syaraf), kanker tulang hingga diabetes. Berapa lama pengobatannya akan tergantung dari jenis penyakit yang diderita, namun setiap penyakit terdapat standar dalam waktu kesembuhannya.

Manfaat darah tali pusar itu untuk ke depan Darah tali pusar digunakan pada saat seseorang mengalami penyakit tertentu dikemudian hari. Maka dari itu perlu adanya penyimpanan khusus untuk darah tali pusar. Berbagai bank darah pusar bermunculan untuk menyimpan darah tali pusat. Darah tali pusar yang disimpan bukan darah yang dari plasenta, sel punca memang berasal dari plasenta namun diambil dari darah yang ada di tali pusar.


Penyakit yang dapat disembuhkan dengan Sel Punca :

Kanker Darah
  • Leukemia Mielogenus 
  • Leukemia Limfoblastik 
  • Neoplasma Histiositik 
  • Neoplasma Mieloproliferatif 
  • Sindroma Mielodisplastik 
  • Mieloma Multipel 

Tumor
  • Limfoma Hodgkin 
  • Limfoma Non-Hodgkin 
  • Histiositosis Sel Langerhan 
  • Neuroblastoma 
  • Retinoblastoma 

Kelainan Darah
  • Anemia Aplastik 
  • Sindroma Chediak-Higashi 
  • Anemia Diseritropoetik Bawaan 
  • Sindroma Diammond-Blackfan 
  • Sindroma Digeorge 
  • Sindroma Evans 
  • Anemia Fanconi 
  • Tromboastenia Glazmann 
  • Defisiensi Adesi Leukosit 
  • Hemoglobinuria Nokturnal Paroxismal 
  • Aplasia Sel Darah Merah Murni 
  • Anemia Sel Sabit 
  • Talasemia Mayor 
  • Sindroma kegagalan sumsum tulang bawaan 
Dan masih banyak lagi penyakit lainnya
Rabu, 25 September 2013
Soup Bayi Manusia ada di Taiwan, Makanan Ter "Extreme di Dunia"

Soup Bayi Manusia ada di Taiwan, Makanan Ter "Extreme di Dunia"

janin manusia
Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuat dari sari/kaldu janin manusia.

Healthy Soup’ yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 – 8 Bulan. Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan , Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap ‘Healthy Soup’.

Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat ‘Healthy Soup’ ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam.

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan ‘Healthy Soup’ di kota Fu San -Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk ’Healthy Soup’ adalah BAIKUT.

 Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah didapat karena mereka tidak tersedia ‘ready stock’.Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan frozen.Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda.

Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup’, dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kota dimana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan.

Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahir perempuan lagi, maka ‘Healthy Soup’ dapat didapat dengan waktu dekat.

Cara pembuatan ‘Healthy Soup’, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut:

Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut, Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk ‘Healthy Soup’.

Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur.

Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing.Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan, tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Masya Allah!!!).

Kali ini, harga per porsi ‘Healthy Soup’ 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau digugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB.

Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui.Setelah selesai, ‘Healthy Soup’ disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan.


Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai kondisi yang sangat terkutuk.

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Sumber :
http://lets-learn-about-islam.blogspot.com/2012/03/soup-bayi-manusia-ada-di-taiwan-makanan.html#ixzz2fusAlmKU 
Kamis, 19 September 2013
Cara Menggunakan Aplikasi BBM di Android dan iPhone

Cara Menggunakan Aplikasi BBM di Android dan iPhone

aplikasi bbm android
Layanan instant messaging BlackBerry Messenger (BBM) sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006 merupakan produk andalan Blackberry. Alasan BlackBerry Boyong BBM ke iOS dan Android tidak lain adalah untuk mendukung BBM sebagai solusi messaging yang berdiri sendiri. Dengan didukung Platform BlackBerry 10 dan berbekal 60 juta pengguna BBM yang aktif, BlackBerry semakin percaya bahwa BBM akan besar seperti WhatsApp yang notabene adalah layanan lintas platform dengan jumlah pengguna aktif sebanyak 200 juta user.

Aplikasi BBM lintas platform dapat diunduh dan digunakan secara gratis oleh pengguna smartphone Android dan iPhone di Indonesia  pada Sabtu, 21 September 2013, pukul 18.00 WIB. Sementara BBM di iPhone bisa diunduh pada Minggu, 22 September 2013, pukul 00.01 WIB. Selain dari Google Play dan App Store, peminat juga bisa memperoleh aplikasi BBM untuk Android dan iOS dari situs resmi BlackBerry di www.bbm.com, dengan jadwal yang sama dengan di atas.

Aplikasi BBM bisa berjalan di iPhone dengan sistem operasi iOS versi 6/7 atau Android Ice Cream Sandwich dan Jelly Bean (Android 4.x). Pengguna Android dan iPhone dapat memanfaatkan fitur andalan BBM diantaranya sebagai berikut :

1. "Chatting" ala BBM Pengguna BlackBerry tentu akrab dengan huruf kecil "D" dan "R" di BBM yang menunjukkan status pesan apabila telah terkirim dan dibaca. BBM juga menunjukkan apabila lawan bicara sedang mengetik pesan balasan. Fitur khas yang satu ini turut diboyong ke BBM di Android dan iOS.  

2. Kemampuan berbagi foto dan "voice notes" Kemampuan pengiriman lampiran file (attachment) berupa gambar atau file jenis lain adalah salah satu fitur wajib untuk aplikasi chatting masa kini. BBM pun tak alpa menyediakan fungsi tersebut.

3. BBM Group hingga 30 pengguna BBM Groups di aplikasi BBM untuk Android dan iOS mampu menampung hingga 30 pengguna berbeda. Seperti di ponsel BlackBerry, group chat ini juga mendukung sharing gambar dan jadwal antar sesama anggota, juga penyiaran satu pesan ke banyak pengguna sekaligus di dalam grup alias Broadcast Message. 

4. Notifikasi perubahan status BBM akan memberi tahu pengguna apabila ada pesan baru, perubahan status, ataupun penggantian foto Profile Picture dari teman-teman di dalam daftar kontak.

5. "Personal Identification Number" (PIN) Inilah salah satu keunikan yang membedakan BBM dari teman-temannya sesama aplikasi pesan instan. PIN dipakai untuk mengidentifikasi pengguna agar nomor telepon atau alamat e-mail tak perlu tersebar sehingga menjaga privasi.

Ketika menggunakan aplikasi BBM di android atau iOS tak ada iuran bulanan atau tahunan untuk menggunakan layanan BlackBerry ini. Satu-satunya biaya yang harus dikeluarkan oleh pengguna Android dan iPhone untuk menggunakan layanan BBM adalah paket berlangganan data dari operator seluler.

Paket data ini tak berbeda dengan paket yang biasa digunakan di ponsel Android atau iPhone untuk mengakses internet. Jadi, tak perlu berlangganan paket data khusus BlackBerry atau BlackBerry Internet Services (BIS). Agar pengguna lebih nyaman untuk berkirim pesan di BBM secara terus-menerus, disarankan untuk menggunakan paket unlimited.
Sabtu, 14 September 2013
Keliling Singapura Naik MRT dan Bus

Keliling Singapura Naik MRT dan Bus

Menunggu kereta MRT di stasiun
"How do we get to our hotel, Mom?" tanya Big A sesaat setelah kami mendarat di Changi.
"Naik bis atau kereta," jawab saya.
"Oh, I forgot THERE IS public transport," sambar Big A sambil nyengir.

Maksud Big A tentu transportasi umum yang nyaman dan nyambung ke mana-mana. Setelah pindah ke Surabaya setahun belakangan ini, satu-satunya transportasi umum dalam kota yang kami gunakan adalah taksi. Padahal selama lima tahunan tinggal di Sydney dan ketika jalan-jalan di kota-kota di Australia, kami pemakai transportasi umum yang setia.

Setelah sempat nyasar di Terminal 1 Changi Airport, kami akhirnya menemukan stasiun MRT di Terminal 3. Saya menghampiri loket dan membeli kartu Ez Link yang bisa digunakan untuk membayar tiket kereta dan bus. Satu kartu baru harganya SGD 12, termasuk 'pulsa' sebesar 7 dolar. Harga kartunya sendiri $5. Selain di loket stasiun MRT, kartu Ez Link ini juga bisa dibeli di toko 7-eleven dan kantor pos.   

Setiap orang dewasa dan anak-anak yang tingginya di atas 90 cm wajib mempunyai kartu sendiri. Ketika itu Little A tingginya sedikit di atas 90 cm, ketika saya tanyakan ke petugas, dia bilang 'no need ticket'. Little A tampak sedih belum boleh punya kartu sendiri. Sementara Emaknya bersyukur, alhamdulillah, ngirit satu kartu :))

Penggunaan Ez Link mudah sekali, kartu ini cukup ditempelkan di pintu stasiun kereta sampai berbunyi "tiiit" dan palang pintu membuka. Segera masuk stasiun sebelum palang menutup kembali. Karena cuma punya satu kartu, saya harus menggendong Little A setiap kali masuk dan keluar stasiun. Little A dengan senang hati bertugas untuk menempelkan kartu. Sementara di bus, kartu ini ditempelkan di mesin pembaca kartu ketika naik bus dan sebelum turun dari bus. Nanti si kartu pintar ini akan menghitung sendiri biaya yang dibutuhkan untuk jarak yang kita tempuh. Kalau masih ragu-ragu menggunakan kartu ini, ikuti saja orang-orang di depan Anda :)

Saya senang dengan cara kerja kartu Ez Link ini karena tidak perlu repot-repot menghitung dan menyiapkan uang kecil untuk naik kendaraan umum. Juga tidak perlu membeli tiket di loket atau sopir bus setiap kali ingin naik kendaraan umum. Tinggal tap in tap out aja. Nanti kalau saldo kita menipis, bisa kita isi ulang di mesin pengisian ulang di stasiun atau di loket. Kartu ini akan 'marah' mengeluarkan bunyi berisik ketika saldonya tinggal sedikit tapi tetap kita pakai di stasiun atau bus. Lebih baik diisi ulang sebelum saldonya ludes karena sisa saldo yang tidak digunakan bisa kita minta kembali ketika kita meninggalkan Singapura. Pengalaman kami, masing-masing kartu diisi ulang (top up) 1 kali sebesar $10. 

Cara isi ulangnya gampang banget. Nggak perlu pinter bahasa Inggris untuk mengerti cara top up kartu ini karena petunjuknya mudah dimengerti dan kelihatan banget. Kita juga bisa memilih tampilan bahasa Melayu. Tinggal letakkan kartu di tempat yang disediakan. Mesin otomatis memberi tahu saldo kartu kita. Kalau ingin top up, tinggal sentuh pilihan top up. Lalu kita masukkan uang kertas atau koin di tempat yang disediakan. Kalau top up berhasil, kartu akan menampilkan saldo baru. Beres dan siap untuk dipakai jalan lagi. Kartu Ez Link ini secanggih Go Card yang dipakai di Brisbane. Sydney aja belum secanggih ini, hehe.

Little A selalu dapat kursi di MRT
Top Up Ez Link
Jalur MRT di Singapura mudah dimengerti dan stasiunnya dilengkapi banyak tanda yang jelas, jadi asal tahu stasiun tujuan dan jalur yang akan kita pakai, dijamin tidak nyasar. Kalau ingin langsung naik kereta dari bandara Changi, naiklah dari Terminal 3 menggunakan jalur hijau. Untuk sampai di kota, kita perlu pindah kereta (bukan pindah jalur) satu kali di stasiun Tanah Merah. Dari stasiun Tanah Merah, kita tetap memakai jalur hijau menuju kota. Kalau penginapan kita di daerah Bugis atau Lavender, tidak perlu pindah ke jalur yang lain. 

Pengalaman kami, yang paling merepotkan adalah ketika harus pindah jalur. Misalnya, karena kami menginap di Novotel Clarke Quay, dari bandara kami harus pindah jalur dari jalur hijau ke jalur ungu di stasiun Outram Park dan akhirnya turun di stasiun Clarke Quay. Untuk pindah jalur, kami harus berjalan jauh banget dan naik turun eskalator. Beda banget dengan stasiun-stasiun di Sydney yang jarak antar jalurnya tidak terlalu jauh. Malah kita bisa melihat trek dan kereta dari jalur lain yang simpang siur dari tangga atau eskalator. Ini karena jalur MRT di Singapura lebih mengutamakan keselamatan. Penumpang tidak bisa melihat trek kereta dan pintu menuju hanya terbuka ketika kereta sudah datang. Jadi nggak ada ceritanya orang bisa menyeberang rel kereta :p  

Kalau memilih MRT untuk keliling Singapura, sebaiknya ketika memilih akomodasi juga menyesuaikan dengan jalur kereta yang akan kita perlukan. Usahakan penginapan paling jauh jaraknya 5 menit jalan kaki dari stasiun terdekat. Perlu diingat, kalau kita membawa anak-anak, jarak lima menit jalan kaki bisa menjadi dua kali lipat. Ketika memilih menginap di Novotel Clarke Quay dan Hostel Boat Quay, saya kurang begitu mempertimbangkan jarak ke stasiun MRT. Toh, kami sudah biasa jalan kaki di Sydney. Ternyata... setelah setahun tinggal di Surabaya dan tidak pernah jalan kaki ke mana-mana (karena jarang ada trotoar), jalan kaki sepuluh menit saja rasanya pegal banget. Dari stasiun Clarke Quay, kami perlu jalan kaki sekitar 20 menit ke Novotel. Aduh biyung, apalagi setelah capek keluyuran seharian. Begitu juga dengan hostel tempat kami menginap, perlu waktu sekitar 20 menit jalan kaki (dengan Precils) dari stasiun Raffles Place. Ketika jalan sih tidak terasa, karena sambil lihat suasana resto-resto cantik di pinggir sungai, tapi setelah sampai di hostel, kaki cenat-cenut tidak karuan :p 


Peta jalur MRT. Klik untuk memperbesar.

Singapura punya website 'ajaib' yang bisa memberi tahu pilihan rute yang bisa kita lalui menuju tempat tertentu, lengkap dengan pilihan naik mobil, taksi, bus atau kereta, plus perkiraan waktu dan ongkosnya. Saya kagum dengan website gothere.sg ini. Website pemkot Sydney saja kalah jauh, terlalu rumit untuk dipakai. Sebelum berangkat ke Singapura, saya sudah menyiapkan rute-rute yang akan kami lalui, saya cetak dari website Go There. Dari Novotel ke Science Centre, dari Novotel ke Singapore Zoo, dari hostel ke Garden by The Bay dan lain-lain. Berbekal peta rute ini, saya tidak perlu nanya tukang tambal ban di pinggir jalan :D

Saya dan The Precils lebih suka naik kereta daripada naik bus. Mungkin karena kereta jalannya lurus dan stabil, jadi tidak membuat pusing. Di kereta MRT, saya dan Little A selalu mendapat tempat duduk. Atau kalau tidak ada tempat kosong, pasti ada penumpang yang memberi kami tempat duduk yang memang khusus disediakan untuk orang disabel, orang tua, ibu hamil atau anak-anak. Kereta MRT bersih dan nyaman. Selain cepat, kereta ini juga memberi pengumuman yang jelas rute yang akan dituju dan akan berhenti di stasiun mana, jadi kalau nyasar, bisa cepat-cepat turun, hehe. Pengumuman di kereta ini disampaikan dalam empat bahasa: Inggris, Melayu, Mandarin dan India. Saya lihat Big A dan Little A senyum-senyum sendiri mendengar pengumuman dalam bahasa yang tidak mereka mengerti.

Selain menggunakan MRT, kami sempat naik bus juga untuk keliling Singapura. Halte terdekat dari Novotel tempat kami menginap ada di seberang jalan, tinggal menyeberang jembatan saja. Malam itu kami naik bus jalur 195 dari Novotel menuju Makan Sutra Gluttons Bay untuk cari makan malam. Kami turun di depan Pan Pacific Hotel dan melanjutkan jalan kaki keliling-keliling sambil melihat suasana malam kota ini. Singapura di malam hari memang cantik. Untungnya, pulangnya, ada halte bus tepat di depan Makan Sutra (semacam kumpulan warung tenda) dan kami bisa turun tepat di depan pintu Novotel. Malam itu perut kenyang dan kaki senang.

Saya tidak ingat membayar berapa untuk tiket bus karena tinggal membayar dengan kartu. Bus di Singapore bagus, bersih dan nyaman. Malam itu penumpang sepi sekali, hanya kami berempat dan satu dua penumpang lain. Naik bus bisa menjadi alternatif keliling-keliling kota ini, terutama untuk jarak dekat. Kelebihan bus dibanding kereta, kita bisa melihat pemandangan, tidak berjalan di bawah tanah. Halte bus juga bisa ditemui di mana-mana. Peta rute bus bisa dilihat di setiap halte, atau kita cari online di website Go There.

Ketika mengunjungi Science Centre, saya dan The Precils juga naik bus dari stasiun Jurong East dan turun tepat di halte depan Science Centre. Begitu juga ketika kami mau ke Singapore Zoo, kami naik kereta dulu ke stasiun Ang Mo Kio, dilanjutkan dengan naik bus 138 ke kebun binatang. Tapi sebenarnya kalau mau ke Singapore Zoo lebih mudah dan lebih cepat naik bus ekspres SAEX (bus swasta). Bus SAEX ini seperti shuttle yang berhenti di depan beberapa hotel kenamaan dan membawa penumpang langsung menuju Singapore Zoo. Waktu itu kami tidak naik bus ini menuju Zoo karena precils tidak bisa bangun pagi, keenakan tidur di Novotel :| Pulang dari Zoo, kami memutuskan naik bus SAEX dan membayar 2x $5. Little A gratis. Untuk rute, jadwal dan tarif bus SAEX, cek di sini.
 
Selama lima hari di Singapura, kami mengeluarkan uang untuk membeli 3 kartu Ez Link sebesar $36, plus isi ulang $30. Tapi setelah kami pakai sampai ke stasiun MRT di Terminal 3 bandara Changi, kami bisa memperoleh refund (kembalian) sebesar $12,40. Jadi kalau dihitung, pengeluaran kami untuk transportasi umum di Changi untuk 4 orang (Little A gratis) = $53,60. Nggak mahal kan?



~ The Emak

Baca Juga:


Hostel 5.FootWay.Inn Project Boat Quay Singapore  [review penginapan]

Minggu, 01 September 2013
Changi Airport, Terbaik di Dunia?

Changi Airport, Terbaik di Dunia?


Kami baru menginjakkan kaki ke belasan bandara sih, dan masih terbatas ke empat negara. Jadi penilaian tentang Changi ini sangat subyektif berdasar pengalaman kami. Tapi sejauh ini, bandara Changi sudah berhasil mencuri hati kami sebagai bandara terbaik. Pelayanan dan kenyamanan di Changi melampaui standar bandara-bandara di Australia dan New Zealand.

Kelelahan karena proses cek in Jetstar di bandara Juanda, kami berempat tertidur di pesawat sampai hampir mendarat. Dari balik kaca jendela, saya melihat langit Singapura yang keruh akibat hadiah kiriman asap dari Riau. Tetangga yang baik. Meski psi reading menunjukkan kualitas udara semakin membaik, saya tetap was was kalau kabut asap ini naik lagi dan memaksa kami memilih tempat wisata indoor saja.

Mendarat dengan mulus, saya segera move on dari kekesalan layanan cek in Jetstar dan menikmati kenyamanan Changi. Meski jarak dari pesawat landing menuju layanan imigrasi cukup jauh, anak-anak (dan Emaknya) tidak rewel karena ada travelator. Little A dan Big A ketawa ketiwi dan malah balapan menuju imigrasi. 


Imigrasi dan Custom
Sebelum melewati imigrasi, kita diminta mengisi kartu kedatangan dulu, yang tersedia banyak di meja layanan sebelum loket imigrasi. Ada petugas yang bisa berbahasa Melayu yang akan membantu kita mengisi kalau ada pertanyaan yang belum jelas. Tapi isiannya mudah kok: identitas diri sesuai paspor, alamat (penginapan) yang dituju dan tujuan datang ke Singapura. Kartu kedatangan ini kita selipkan ke paspor untuk diperiksa petugas imigrasi. Saya salut dengan layanan Changi yang membuka banyak sekali loket imigrasi sehingga tidak terjadi antrean panjang. Waktu paspor dan kartu kami diperiksa, petugas tidak menanyakan apa-apa dan langsung memberikan cap kedatangan. Yay! resmi masuk Singapura, negara keempat di paspor Precils. Petugas juga memberikan potongan dari kartu kedatangan untuk kita serahkan lagi di petugas imigrasi ketika kita keluar dari Singapura nantinya. Kalau sampai potongan kecil ini hilang, repot urusannya.

Btw, yang belum tahu, pemegang paspor Indonesia TIDAK memerlukan visa (izin masuk suatu negara) ketika berkunjung ke Singapore. Jadi tinggal bawa paspor yang masih berlaku minimal enam bulan.

Custom Singapura juga tidak seribet di Aussie dan NZ. Kami lenggang kangkung tidak perlu declare (diperiksa) apa-apa karena nggak bawa barang-barang berbahaya. Kami juga tidak bawa uang setara atau lebih dari SGD 30.000, jadi aman-aman saja tidak perlu lapor.

Kami tidak membawa koper yang masuk bagasi, jadi tidak perlu menunggu antrean ambil bagasi yang letaknya setelah pintu imigrasi dan sebelum custom. Sekarang tinggal cari cara menuju hotel.

Dari dan Ke Bandara
Kebingungan diawali setelah kami melewati custom. Saat itu kami belum memutuskan mau naik bis atau MRT menuju hotel. Taksi ($21) atau airport shuttle ($9 dewasa, $6 anak-anak) bukan pilihan, karena kami pengen yang lebih murah. Setelah sempat nyasar dan tidak menemukan halte bis, kami memutuskan naik MRT. Nah, bodohnya, saya tidak tahu kalau stasiun MRT ada di Terminal 3 Changi, dan bukan di Terminal 1. Dari terminal 1, kami harus naik Skytrain (gratis) ke Terminal 3. Setelah itu, baru deh ketemu stasiun MRT yang akan membawa kami ke kota.

Di Singapore ada website ajaib banget untuk mencari rute dan memberikan alternatif transportasi, plus besaran biayanya. Coba cek gothere.sg. Saya berkali-kali menggunakan website ini untuk merencanakan perjalanan, naik MRT atau bis jalur mana. 

Di stasiun MRT di dalam Terminal 3 Changi, saya membeli kartu Ez Link seharga $12 per orang. Little A masih gratis karena tingginya pas banget 90 cm. Di atas itu harus bayar sendiri. Kartu ini bisa untuk naik bis dan MRT. Cara pakainya tinggal disentuhkan ke card reader di gerbang stasiun atau yang terpasang di bis kota, setiap kali naik dan turun. Nanti si kartu pintar ini akan menghitung dan mengambil sendiri ongkos yang diperlukan.

Harus ganti jalur MRT dua kali dan jalan kaki 15 menit menuju hotel membuat kami kelelahan dan terkapar begitu membuka kamar Novotel. Begitulah harga yang dibayar kalau mau ngirit, hehe. Tapi gakpapa juga sih, bonus pengalaman.



Ternyata pengalaman kami naik MRT dari bandara Changi tidak membuat kami kapok ketika kembali lagi ke sana setelah selesai jalan-jalan. Untungnya kali ini kami tidak perlu berganti stasiun, jadi perjalanan cukup mulus sampai di Terminal 3. Sisa uang di kartu Ez Link dapat ditukarkan kembali di stasiun MRT di terminal 3 ini. Jadi tidak rugi kalau isi ulang kita terlalu banyak. Kartu Ez Link-nya bisa kita simpan sebagai souvenir :)

Cek In, Shopping & Boarding
Proses cek in Jetstar di Changi sangat cepat, tanpa antre. Boarding pass juga dicetak, tidak ditulis tangan :p Setelah beres cek in dan imigrasi, kami menunggu boarding sambil mengagumi instalasi seni, taman dan Social Tree yang cukup menghibur. Di Social Tree, kita bisa foto-foto narsis, dihias dan diunggah ke social media. Little A dan Si Ayah sempat bernarsis ria nampang di Social Tree. Sementara Big A sudah tidak bisa diganggu gugat kalau sudah membaca buku.

Kami sempat makan early lunch di food court. Nasi lemak dan nasi ayam yang yummy membuat saya hampir lupa kalau belum membeli 'oleh-oleh' untuk tetangga. Duh, kebiasaan selama ini nggak pernah beli apa-apa untuk tetangga selama jalan-jalan di Oz dan NZ. Begitu jadi penduduk Indonesia, rasanya kok nggak nyaman kalau ketahuan jalan-jalan tapi gak bawain apa-apa. 

Karena waktu boarding sudah mepet, saya buru-buru membeli cokelat di The Cocoa Tree. Anak-anak dan Si Ayah saya suruh berlari duluan menuju gate. Saya menyusul kemudian. Menuju gate, sudah ada tulisan berjalan: boarding closed. Ini membuat Big A panik sekali. Ketika sampai di depan gate, ternyata kami termasuk yang pertama boarding. Tapi memang tulisannya: boarding closed. Hmm.. mungkin agar penumpang di sini cepat datang dan tidak nyangkut di tempat belanja? 

Ketika melewati security check, gadget kami (laptop, iPad, handphone) harus dilewatkan X-Ray satu persatu dan diberi kupon, tapi tidak sampai diperiksa apa-apa. Petugas menyilakan penumpang yang membawa anak-anak untuk boarding terlebih dahulu. Senang kalau ada layanan seperti ini, tidak perlu 'rebutan' jalan dengan penumpang yang pengennya masuk pesawat duluan, padahal nanti berangkatnya juga sama-sama satu pesawat, haha.


Kami sudah ke beberapa bandara di empat negara, dan memang layanan Changi paling baik, terutama dalam kesigapan menangani security check, imigrasi dan custom. Mereka menempatkan banyak petugas sehingga tidak terjadi tumpukan penumpang. Ini beda jauh dengan pelayanan imigrasi di Bali atau Juanda yang kadang hanya menempatkan dua petugas. Begitu juga di Sydney Airport, layanan imigrasinya selalu membuat frustasi, apalagi pelayanan petugas custom-nya. Tapi tentu saja bandara di Oz dan NZ masih jauh di atas Indonesia dalam hal kebersihan toiletnya. Bahkan toilet di lounge berbayar di Denpasar masih kalah jauh dengan toilet umum gratis di bandara Avalon, kota kecil dekat Melbourne.

Daftar bandara, urut jelek, menurut keluarga Precils ;)

14. Ngurah Rai Airport, Bali, Indonesia
13. Abdul Rahman Saleh Airport, Malang, Indonesia
12. Adi Sucipto Airport, Yogyakarta, Indonesia 
11. Juanda Airport, Surabaya, Indonesia
10. Sydney Airport, Australia
09. Perth Airport, Australia
08. Tullamarine Airport, Melbourne, Australia
07. Adelaide Airport, Australia
06. Hobart Airport, Australia
05. Darwin Airport, Australia
04. Avalon Airport, Melbourne, Australia
03. Christchurch Airport, New Zealand
02. Queenstown Airport, New Zealand
01. Changi Airport, Singapore

Kalau menurut pengalaman kalian bagaimana?

~ The Emak 

Baca juga:
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 APA LO MAU GUA ADA All Right Reserved